Aku memang sinis
Huruf yang kutulis berbau amis
Egois apatis garis anarkis
Meracau kacau morfinis kritis
Miris giris mengiris habis
Kembang kempis alis kumis
Tipis meregang urat pelipis
Sadis..Sadis..
Puisi romantis dibilang picis
Padahal cuma pakis manis over dosis
Gaya Prancis didesis-desis
Dikira linggis padahal pakis
Aku memang sinis
Tak klaim idealis borjuis hedonis
Aku memang sinis
Mata kata setajam keris
Mengukir tangis jiwa magis
Selasa, 15 Juni 2010
AKU PERGI
Ku tinggalkan pekarangan rumahku
Ku biarkan bunganya di sana
Aku pergi mencari purnama
Lalu kulahap seperempatnya
Masih tiga perempatnya tersisa,
Sudah rontok satu bulu mataku...
Ku biarkan bunganya di sana
Aku pergi mencari purnama
Lalu kulahap seperempatnya
Masih tiga perempatnya tersisa,
Sudah rontok satu bulu mataku...
oleh. Ratu
April 02, 2010
LELAKI PENJUAL SIGNAL
Di persimpangan itu aku bertemu dengannya
Aku disapa aku menyapa
Dia mengajakku duduk sejenak di bawah pohon tua
Melepas gundah mengurai kesah
Katanya,
Susah sekali dia mengadu kata
Macam ponsel tak berpulsa
Tapi ah,
Jikapun pulsa ada
Tetap saja kata tak sampai makna
Hmmm..pastilah lain masalah
Dia pun berjualan kemana-mana
Menjajakan apa saja
Ponsel, baterai, signal, atau pulsa
Sampai lelah
Entahlah
Aku mengusap letihnya
Aku kembali ke rumah
Lalu dia datang menggedor pintuku sambil berteriak :
Signal
Signal
Signal
Signal
Signal
Signal
Signal
Signal
Signal
Signal
oleh. Ratu
April 16, 2010
Aku disapa aku menyapa
Dia mengajakku duduk sejenak di bawah pohon tua
Melepas gundah mengurai kesah
Katanya,
Susah sekali dia mengadu kata
Macam ponsel tak berpulsa
Tapi ah,
Jikapun pulsa ada
Tetap saja kata tak sampai makna
Hmmm..pastilah lain masalah
Dia pun berjualan kemana-mana
Menjajakan apa saja
Ponsel, baterai, signal, atau pulsa
Sampai lelah
Entahlah
Aku mengusap letihnya
Aku kembali ke rumah
Lalu dia datang menggedor pintuku sambil berteriak :
Signal
Signal
Signal
Signal
Signal
Signal
Signal
Signal
Signal
Signal
oleh. Ratu
April 16, 2010
Minggu, 13 Juni 2010
INIKAH
musim panen,__
padi tak dapat kutuai
gagal, Tuanku..
laut pasang,__
badai kutantang
ombak kuterjang
jaring kutebar
agar ikan tersangkut menggelepar
jaringku telanjang, Tuanku
hanya bangkai ban yang melekat
musim semi,__
naas
bungaku kalah layu
tak sempat kupetik, Tuanku
------------
padiku kopong
jalaku mlompong
bungaku kosong
aku terbengong bengong
bak anjing aku melolong
pada Tuhan kuminta tolong
: jelaskan, Tuhan
inikah pintaku ?
may 10, 2010
oleh. Ratu
padi tak dapat kutuai
gagal, Tuanku..
laut pasang,__
badai kutantang
ombak kuterjang
jaring kutebar
agar ikan tersangkut menggelepar
jaringku telanjang, Tuanku
hanya bangkai ban yang melekat
musim semi,__
naas
bungaku kalah layu
tak sempat kupetik, Tuanku
------------
padiku kopong
jalaku mlompong
bungaku kosong
aku terbengong bengong
bak anjing aku melolong
pada Tuhan kuminta tolong
: jelaskan, Tuhan
inikah pintaku ?
may 10, 2010
oleh. Ratu
Buatmu : SAMITHA
Dalam lekuk ujung jemari kaki. . .
Lelah. . Arungi beribu pasir debu anugrah. . Beraroma dosa. . .
Ah. . Sudahlah. . It disana yg setia dalam tertangkar kenang. . . .
Masih. . Dalam ruas jemari kakiku. . .
Aral merentang gugah aku dalm siang mimpiku. .
Bercak noda. .dalam gurat tapak tapak. . Tertikam tajam antar hati yg menyambut. . .
Masih dalam sela ujung jemari kakiku. .
Lelah dalam persimpangan. .
Mash dalam. . Dan soal jemari. .
Jemari kakiku. .
di pos oleh. Ratu
ditulis oleh. Sad Respati
Lelah. . Arungi beribu pasir debu anugrah. . Beraroma dosa. . .
Ah. . Sudahlah. . It disana yg setia dalam tertangkar kenang. . . .
Masih. . Dalam ruas jemari kakiku. . .
Aral merentang gugah aku dalm siang mimpiku. .
Bercak noda. .dalam gurat tapak tapak. . Tertikam tajam antar hati yg menyambut. . .
Masih dalam sela ujung jemari kakiku. .
Lelah dalam persimpangan. .
Mash dalam. . Dan soal jemari. .
Jemari kakiku. .
di pos oleh. Ratu
ditulis oleh. Sad Respati
PERAPIAN DAN ROKOK DI RUMAHMU
kita berpapasan di persimpangan sana
lalu kau ajak aku duduk dekat perapian
bersamamu
di rumahmu
biar hangat, katamu..
juga biar tak nampak pucat wajahku
agar sinar apinya nampak di keningku
lantas memantul di matamu
tak lama
kau menyodorkanku secangkir kopi panas
dengan sedikit krimer
kau memecah hening
: "di luar dingin..aku tak ingin kau beku"
aku hanya menyimpul senyum
banyak kata
banyak tawa
di sela asap rokokmu yang membubung
mengepung cerobong perapian
hei...lihat,
kopi yang kita reguk bersama
kini telah habis
perapian
mulai padam
ruangan kita yang redup
kunjung menggelap
kau yang merokok pun
kehabisan korek
kuduk berbisik
"kau disapa salju yang masuk lewat celah jendela rumahnya"
lalu kau ajak aku duduk dekat perapian
bersamamu
di rumahmu
biar hangat, katamu..
juga biar tak nampak pucat wajahku
agar sinar apinya nampak di keningku
lantas memantul di matamu
tak lama
kau menyodorkanku secangkir kopi panas
dengan sedikit krimer
kau memecah hening
: "di luar dingin..aku tak ingin kau beku"
aku hanya menyimpul senyum
banyak kata
banyak tawa
di sela asap rokokmu yang membubung
mengepung cerobong perapian
hei...lihat,
kopi yang kita reguk bersama
kini telah habis
perapian
mulai padam
ruangan kita yang redup
kunjung menggelap
kau yang merokok pun
kehabisan korek
kuduk berbisik
"kau disapa salju yang masuk lewat celah jendela rumahnya"
oleh. Ratu
in this post :
Sad Respati
Langganan:
Postingan (Atom)